Kuliah Creativity & Innovation

Di tulisan akhir blog ini, saya akan mengutarakan ilmu-ilmu dan pengalaman apa saja yang sudah saya dapatkan di kuliah Creativity & Innovation SBM-ITB semester ganjil.

Banyak Teori namun Ringan

Dari minggu ke minggunya kuliah CI ini memang cukup banyak membeberkan teori-teori mengenai Kreativitas dan Inovasi, tentu saja karena memang nama kuliahnya demikian. teorinya pun dari sekedar teori dasar hingga ke tingkat lanjut. Walaupun demikian, materi yang diberikan dilakukan secara menarik, yaitu dengan cerita-cerita selingan atau joke ringan yang cukup membuat kuliah ini menjadi terus menarik untuk diikuti.

Diskusi & Brainstorm

Di setiap sesinya, kuliah ini selalu terdapat diskusi kelompok. Hal-hal yang didiskusikan merupakan teori, konsep, ataupun sebuah tayangan video yang sudah dijelaskan oleh Paman Apiq sebelumnya. Di sesi diskusi ini saya merasakan salah bentuk upaya dalam penciptaan kreativitas dari segi inidividual dan kelompok. Mengapa bisa?Karena diskusi diberikan waktu yang cukup sebentar sekitar 15-20 menit, di waktu yang tidak banyak itu kelompok harus bisa memikirkan, berdiskusi bersama untuk menyelesaikan suatu soal atau masalah, sehingga mau tak mau disini dibutuhkanlah kreativitas untuk menyelesaikannya secara cepat dan tepat.

Dosen Tamu yang Inspiratif

CI pernah mendatangkan 2 dosen tamu yang menurut saya sangatlah berkaitan erat dengan kuliah ini dan lebih penting lagi adalah dosen-dosen tamu ini sangat inspiratif dalam menggerakkan kreativitas dan inovasi. Dosen tamu tersebut adalah Ridwan Kamil, seorang arsitek muda yang terkenal dengan konsep arsitek-nya yang unik dan punya gaya khas tersendiri. Sedangkan yang kedua adalah Budi Rahardjo, seorang pakar IT yang selalu tidak takut untuk mencoba hal-hal yang baru. Dari kedua dosen tamu ini saya mendapatkan insight dan pandangan yang menggugah saya mengenai kreativitas dan inovasi. Secara menyeluruh merek mereka memberikan tips-tips bagaimana kedua hal tersebut bisa tumbuh di dalam diri kita, bagaimana mengasahnya, dan apakah dampak kedepannya bagi lingkungan sekitar.

Rutinitas Blog yang Mengasah Pikiran

Di sesi akhir kuliah setiap minggunya, selalu diberikan tugas untuk membuat sebuah tulisan di blog pribadi dengan tema tertentu (yang sudah saya lakukan selama ini), dan cara penulisannya pun dibebaskan ke masing-masing mahasiswa, tentu tujuannya adalah agar mahasiswa bisa meng-explore dirinya sendiri di dalam tulisan. Bagi saya, dengan adanya rutinitas tersebut saya banyak mendapatkan hal positif.  Hal positif yang utama adalah tuntutan untuk berpikir terus. Secara tema yang diberikan sebagai tugas, tema tersebut sebenarnya tidak teralu sulit dan bisa dikerjakan dengan mudah. Namun, saya secara pribadi tidak akan puas jika menulis tanpa esensi dan hanya pendek. Oleh karena itu, disetiap tulisan saya terus berpikir dan mencari inspirasi agar tulisan saya ini bisa berbobot dan memiliki esensi yang penting secara keseluruhan.

Kreativitas & Inovasi

Terakhir, ilmu yang saya dapatkan dan juga paling utama adalah mengenai kreativitas & inovasi. Hal ini berbeda dengan teori dua hal tersebut yang sudah saya bahas di poin pertama, namun ilmu ini merupakan bagaimana kreativitas & inovasi bisa berkembang di dunia ini dan pengalaman-pengalaman perusahaan yang sudah menerapkan hal tersebut. Bagi saya, dengan melihat perusahaan-perusahaan yang sudah sukses, menjadi cambuk tersendiri untuk terus berkreasi ke tingkat yang lebih lanjut, dan modal utamanya adalah tentu saja : Kreativitas dan Inovasi.

Sekian sharing ilmu & pengalaman yang sudah saya dapatkan di kuliah CI ini

Terima Kasih

Iklan

Digital Music Industry

Pembajakan musik di Indonesia tentu sudah menjadi hal yang biasa, suatu data menyatakan bahwa 90% musik yang dijual merupakan barang bajakan, 10% sisanya barang asli. Data ini menunjukan bahwa , bisnis penjualan musik secara konvensional (CD dan kaset) sudah sangat menurun. Hal ini ditunjang pula dengan keberadaan Internet yang notebene lagu-lagu bajakan bisa kita unduh dari berbagai macam website secara gratis, entah siapa duluan yang meng-uploadnya, yang pasti lagu yang baru muncul hari ini, dijamin hari itu pula lagu abajakannnya sudah muncul dan orang-orang pun dengan senang hati cukup mengunduhnya, tidak perlu membayar.

Sudah menjadi kebiasaan manusia, bahwa mereka menyenangi hal-hal yang berbau gratis. Kalau begitu apakah bisnis penjualan musik akan hilang begitu saja?Tentu tidak iTunes dan Amazon.com menunjukan bahwa musik bisa dijual secara online, sehingga orang tinggal memilih dan mengunduh lagu yang mereka inginkan, di negara barat hal ini terbukti sukses, bagaimana di Indonesia?Konsumen Indonesia belum sepenuhnya menegrti prosedur pembelian online, hal ini tentu berdampak pada sangat jarangnya ada toko musik online, yang saya ketahui sejauh ini hanyalah DBS (Digital Beat Store), selain itu : nihil. Namun, saya yakin bahwa dengan berkembangnya zaman online business akan terus berkembang, dan penggunaannya pun akan terus bertambah, sehingga prospek untuk membuat toko musik online sangatlah cerah

Oleh karena itulah, saya memilih Digital Music Industry sebagai business digital harapan saya, dengan nama sementara ini : “Digital Music”. 

Tanpa ada added value, tentu sebiah bisnis tidak akan dapat disebut sebagai bisnis, oleh karena itu saya membeberkan business model untuk bisnis ini untuk menjelaskan hal-hal apa saja yang ditawarkan dan keunggulan-keunggulan yang ada.

Customer Segments

Secara sederhana, segmen pasar bisnis ini adalah : “Semua Orang Pengguna Internet”. Sangat luas bukan?Tetapi, melihat kecenderungan teknologi internet yang tahun ke tahunnya semakin mudah didapatkan dan harganya pun semakin murah, sehingga dipredikasi pengguna internet sendiri pun akan terus meningkat. Selain itu, hampir seluruh orang di dunia ini pun menyukai musik, dan salah satu tujuan mereka saat menggunakan internet adalah mendownload lagu. yang tentu saja kebanyakan adalah merupakan lagu bajakan.

Value Propositions

Value utama yang ditawarkan di bisnis ini adalah : Brand New Experience in Music Shopping” . Value ini bermakna bahwa bisnis ini menawarkan sesuatu yang berbeda dalam menjual musik. Indonesia selama ini belum terbiasa dalam mengunduh lagu di internet seperti di iTunes dan Amazon.com, hal ini dikarenakan sedikitnya orang yang memiliki kartu kredit dan juga kebanyakan orang malas menggunakan kartu kredit secara online karena takut terjadinya kasus carding. Sehingga, yang ditekankan adalah metode pembayaran yang gampang orang lakukan, yaitu dengan penggunaan pulsa.

Value lainnya adalah “Member Friendly”. Dimana member yang mendaftar di Digital Music dapat mengupload musiknya sendiri ke website tanpa dipungut biaya. Bagian value ini akan dibahas lebih lanjut di bagian Customer Relationship dan Key Activities

Channels

Channels disini mempunyai definisi sebagai “saluran” yang perusahaan punya dan lakukan untuk menjangkau segmen pasar Digital Music. Untuk channel utamanya sudah jelas mengandalkan website resmi, walaupun berbasis di Indonesia websitenya akan tetap memakai extension “.com” agar tetap bisa dijangkau oleh konsukmen luar negeri (walaupun bukan prioritas utama).

Channel selanjutnya adalah partner-partner perusahaan yaitu : Label musik, Bank dan Pemegang Lisensi, ketiga partner ini akan dijelaskan secara lebih lanjut pada bagian “Key Partners” 

Customer Relationships

Karena fondasi dasar dari bisnis ini merupakan Online Business maka, secara pelayanan ke konsumen akan secara online pula akan diberikan form yang tersedia di website untuk menyampaikan keluhan, tanggapan ataupun saran yang akan dibalas maksimal 24 jam berikutnya. Bahkan, dalam jam kerja (09.00 – 17.00) akan tersedia Live Chat dengan Costumer Service ( CS) yang membuat balasan akan secara real time pula.

Selain itu, diberikan fasilitas member untuk pelanggan dengan adanya tingkatan tertentu yaitu member Bronze, Silver, Gold, dan Platinum. Seamkin tinggi tingkatan membernya akan semakin banyak kemudahan yang akan didapatkan oleh konsumen, yaitu melipulti diskon yang semakin besar, diskon disetiap transaksi, promo tiap bulan yang banyak, dan segala kemudahan lainnya. Tentunya semakin tinggi tingkat member, semakin besar pula biaya membershipnya, namun saya tetap menjamin harganya akan sangat kompetitif

Key Resources

Dengan sistem business online, maka tidak dibutuhkan toko offline yang memakan biaya penyewaan tempat, namun tetap digital music mempunyai resources utama dalam bisnis ini yaitu : Database. Semua produk berupa lagu, sheet music, dan gambar merchandise semuanya tersimpan secara online, sehingga perusahaan harus sangat memproteksi agar data-data tersebut tidak hilang, karena database inilah yang menjadi kunci perusahaan ini akan berjalan.

Resource yang lainnya adalah pegawai. Pegawai memang tidak perlu banyak-banyak, bagian pegawai yang salah satunya paling penting adalah CS. Karena CS harus secara responsif menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh konsumen, dan cara mengatasi keluhan konsumen-lah yang akan berpengaruh pada perusahaan kedepannya. Jika CS tidak tanggap, pasti konsumen akan mencap Digital Music tidak layak dikunjungi, sehingga konsumen pun pergi. Itulah bagaimana esensialnya seorang Customer Service (CS) di Digital Music.

Key Activities

Music Online Shopping. Lagu yang dijual baik dari major label ataupun indie, harganya diserahkan bebas kepada label untuk menentukan, namun tetap Digital Music mempunyai kewenangan untuk membatasi price range harganya. Sehingga, dengan sistem ini  lagu-lagu dari satu label musik harganya bisa berbeda-beda, diharapkan dengan metode ini label musik bisa lebih selektif dalam menentukan harga yang pantas untuk setiap lagunya. Untuk perusahaan sendiri keuntungannya akan didapatkan dari profit sharing lagu yang terjual.Selain itu sudah menjadi paket lirik & chord lagu yang diunduh.

Own Upload. Kegiatan Digital Music yang akan menjadi daya tarik tersendiri adalah, member yang mendaftar baik gratis maupun sampai platinum, berhak mengupload lagunya sendiri (dengan format yang ditentukan), menguploadnya sendiri tidak dikenai biaya tambahan, hanya saja setiap member dibatasi jatah uploadnya. Semain besar level membershipnya semakin besar pula kapasitasnya.

More Download, More Money. Ini merupakan inovasi utama yang diciptakan oleh Digital Music. Dengan bebasnya konsumen meng-upload lagunya sendiri, akan bebas pula orang-orang akan bisa mengunduh lagu-lagu tersebut. Tentu saja mengunduhnya gratis. Namun, tentu orang yang mengupload lagu mengharapkan mendapatkan keuntungan dari lagu uploadnya tersebut, oleh karena itu, Digital Music menciptakan sebuah proses dimana setiap lagu semakin banyak didownload harganya pun akan semakin naik. Sehingga lagu yang awalnya gratis, bisa tiba-tiba menjadi seharga musik dari major label. Ini menunjukan bahwa lagu yang banyak di unduh mempunyai kualitas yang bagus dan layak dibayar lebih, sehingga konsumen yang mengupload pun bisa mendapatkan untung.

Merchandise Selling. Selain musiknya itu sendiri bisnis ini pun menjual merchandise-merchandise dari musisi yang lagunya dijual. Bahkan, jika musik dan merchandisenya dipaketkan. dipastikan konsumen akan mendapatkan harga khusus yang lebih murah dibandingan hanya beli terpisah. Keuntungan lainnya adalah, konsumen dan member Digital Music dapat membuat merchandise sendiri dan dijual di Digital Music juga. Ini diharpakan membuka peluang usaha bagi para member.

Key Partnership

Karena metode pembayaran yang diutamakan adalah lewat pulsa, maka kerjasama harus dilakukan dengan operator telekomunikasi Indonesia. Sehingga saat ingin mengunduh lagu, sudah ada kode yang bisa diunduh baik di telepon genggam langsung, ataupun di internet komputer, tergantung keinginan konsumen. Selain itu, tetap diperlukan kerjasama dengan pihak bank, karena bisnis ini tetap menggunakan metode transfer ke rekening & penggunaan kartu kredit

Kerjasama dengan major & indie label. Digital Music akan lebih memfokuskan pada indie label dengan proporsi 60%, karena salah satu tujuan bisnis ini adalah untuk lebih mengeksplore musik Indonesia secara lebih dalam, oleh karena itulah musik indie lebih diprioritaskan, namun musik major pun tetap mendapatkan tempatnya

Perusahaan pemegang lisensi sheet music. Karena, setiap lagu yang didownload secara otomatis akan mendapatkan lirik & chord lagu tersebut sekaligus, dan dengan tambahan sedikit uang, konsumen bisa mendapatkan partitur musik secara lengkap dari gitar, bass, piano, vokal, dan segala instrumen lainnya.

Revenue Streams

Profit utama bisnis ini bersumber dari profit sharing dari penjualan musik dan merchandise baik dari label musik ataupun dari member sendiri. Bisa dipastikan 3/5 pendapatan bersumber dari sana. Sisanya, adalah iklan, dimana akan disediakan space kosong di halaman website perusahaan, namun tetap design dan tata letaknya dipegang oleh Digital Music, agar keberadaannya tidak mengganggu konsumen dan webisitenya tetap terlihat elegan.

Sumber pendapatan yang lainnya adalah dari biaya pendaftaran member berbayar (Bronze, Silver, Gold, dan Platinum)

Cost Structure

Pegawai di Digital Music menjadi cost karena tentu saja dari gajinya, namun bisnis ini dapat meminimalisir cost dari SDM karena dengan basis online, cost SDM tidak akan teralu banyak.

Online Storage akan paling banyak menyedot cost karena, sumber segala hal yang berada di website  Digital Music semuanya berbasis online agar aksesnya mudah dan cepat, sehingga konsekuensinya tentu harus terdapat investasi di storage serta maintenance-nya

Business Generation Model -> “Lawas TV”

Tulisan kali ini saya akan menceritakan mengenai sebuah ide & konsep yang berawal dari tema membuat “Stasiun TV”. Ide ini tidak saya buat sendiri, melainkan dari beberapa teman-teman saya yang brilian dalam menyumbangkan ide-ide, sehingga terciptalah ide inovatif & kreatif untuk membuat Stasiun TV baru, yang diberi nama sebagai ” Lawas TV”.

Sesuai dengan namanya, TV ini berfokus pada program-program lawas/jaman dulu yang sudah jarang kita saksikan di stasiun-stasiun TV sekarang ini. Namun, program lawas ini justru sebenarnya banyak dirindukan oleh orang-orang, baik yang orang tua maupun anak muda sekarang. Untuk lebih jelasnya, akan saya jabarkan secara poin-perpoin sesuai gambar diatas

Offer

Offer merupakan value/nilai utama yang disematkan pada TV ini. Value kami adalah “Nostalgia & Mempelajari Sejarah”. Jadi dapat dikatakan bahwa TV ini tidak hanya memberikan program-program lawas untuk sekedar hiburan nostalgia, namun TV ini juga diharapkan dapat memberikan edukasi peristiwa sejarah dengan menayangkan video-video kesejarahan dengan kemasan yang lebih menarik.

Customer Segments

TV ini mengambil segmen pada orangtua dan anak muda. Untuk orangtua jelas, karena hal-hal yang berbau lawas, segmen ini sedang masa jaya-jayanya pada saat itu. Sedangkan, yang lebih difokuskan adalah pada segmen anak mudanya. Mengapa?Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, TV ini juga memberikan manfaat edukasi pada tayangannya, tentu ini akan sangat cocok pada anak muda. Hal ini dilakukan karena kami merasa anak muda sekarang ini kurang peduli atas sejarah mengenai Indonesia, pelajaran sejarah disekolah pun hanya sebatas pelajaran, tanpa ada esensinya. Oleh karena itulah, TV lawas memberikan alternatif bagi anak muda untuk mempelajari sejarah Indonesia.

Customer Relationship

Customer yang menyukai konsep-konsep lawas kami memperkirakan cukup banyak, sehingga untuk memberikan pelayanan kepada customer akan dibentuk komunitas yang punya jadwal dan acara yang akan dilakukan secara rutin, ditambah akan menjadi ajang silahturahmi. Selain itu, dibuat forum jual beli agar para anggota komunitas tersebut dapat menjual, membeli, atau barter barang-barang antik ataupun lawa yang mereka punya.

Channel

Karena untuk start-up stasiun TV membutuhkan waktu dan modal yang cukup banyak, sedangkan modal kami terbatas, kami memutuskan untuk bekerja sama dengan transcorp untuk menjadi content provider untuk stasiun trans. Untuk jangka panjangnya, diharapkan kami pun bisa launching staisun TV Trans Lawas dinaungi oleh Transcorp. Alasan Transcorp dijakan channel adalah karena, kami merasa segment trans sngat cocok dengan konsep kami.

Key Partners

Karena isi-isi dari dokumentasi sejarah Indonesia ada beberapa yang sudah dimiliki secara eksklusif oleh beberapa stasiun TV. Oleh karena itu, Lawas TV akan berkerjasama dengan pemilik hak ekslusif dokumentasi-dokumentasi sejarah Indonesia.

Key Activities

Dalam TV Lawas yang menjadi kuncinya adalah program-programnya. Jika program sejarah Indonesia ditayangkan secara biasa-biasa saja tentu tidak akan ada yang menonton, apalagi anak muda. Untuk mengatasi hal itu, kami memberikan konsep lain yang lebih atraktif untuk para customer. Yang lainnya adalah ada program dubbing untuk setiap peristiwa sejarah sehingga akan menjadi lebih ringan dan ada unsur humornya, namun tetap intinya adalah memberikan pelajaran sejarah dalam bentuk lain.

Key Sources

Seperti halnya perusahaan biasa, manajemen akan sangat berpengaruh dalam penentuan arah kemena Lawas TV akan bergerak dan berkembang, namun kami juga tidak melupakan employee yang akan menjadi tulang punggung dalam segala aktivitas Lawas TV. Resources utama yang lainnya adalah, program-program acara lawas yang memang harus didokumentasikan secara khusus karena memang stasiun ini jarang menampilkan acara live.

Cost

Seluruh komponen manusia di Lawas T tentu menjadi cost karena gajinya. Selain itu juga lisensi dan hak paten dari sumber lain akan cukup menguras cost yang banyak, karena akan  banyak paten dan lisensi yang perlu dibeli oleh TV ini agar bisa berjalan sesuai harapan awal.

Revenue Streams

Sumber penghidupan TV ini sangat bergantung pada sponsor yang akan beriklan di TV kami. Diperkirakan 3/4 pendapatan akan bersumber dari sponsor ini. Sisanya adalah dari donasi sukarela dari komunitas lawas dan juga kemungkinan akan menciptakan cafe dan toko apabila Lawas TV sudah cukup sustain.

Randomize Satu sampai Dua Puluh

*CATATAN PENTING!

Tulisan dibawah ini sama sekali tidak bermaksud SARA ataupun menyinggung beberapa pihak, tokoh terkait. Tulisan benar-benar murni sebagai bagian dari tugas kuliah yang bertujuan mengasah kreativitas pembuatnya. Terima kasih.

*****

Suatu hari, seorang pemuda yang bernama Muhammad sedang berjalan sendirian di tengah gurun. Di dalam perjalanannya tersebut ia tidak membawa apapun bersamanya kecuali 1 batu berlian kecil yang dibawanya dalam kantong. Tiba-tiba ia bertemu dengan seorang pria menuduhnya ia mencuri berlian yang merupakan kepemilikannya. Pria yang terlihat tua itu ternyata bernama Newton, tentu saja Muhammad yang tidak mengetahui apa-apa kaget dengan tuduhan Newton tersebut, dan kemudian cerita selanjutnya entah bagaimana kelanjutannya….

Di sisi dunia lain, pria yang bernama Yesus menyatakan bahwa iga bakar merupakan makanan terenak di dunia. Temannya yang bernama Patkay pun setuju, sebagai penganut Budha, Iga bakar merupakan suatu makanan yang sangat special. Itulah kisah pertemanan mereka.

Patkay ini ternyata mempunyai sepupu, yaitu Confucius. Confucius mempunyai kebiasaan unik, yaitu ketika ia sedang berpikir dan merenung, ia harus memakan buah delima agar mendapatkan inspirasi dari pemikiranya tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan kebiasaan adiknya, St. Paul yang begitu menggilai band Linkin Park terutama lagu Numb, ia selalu pergi kemanapun band ini konser. Fanatismenya dalam  musik, ternyata mendarah daging ke anaknya, Tsailun. Tsailun tidak disangka-sangka menjadi personil dari boyband Korea ,SuJu. Itulah bagaimana kehidupan dari masing-masing anggota keluarga

Karena ketersohorannya Tsailun, Goethenburg pun jatuh hati. Ia pun sudah siap untuk melamar Tsailun karena Tsailun dianggap sudah begitu mapan. Tidak banyak yang mengetahui bahwa Goethenberg merupakan adik dari, Columbus yang terkenal sebagai pendiri rumah bordil pertama di dunia, yaitu di Milan. Goethenburg sendiri mempunyai bakat yang jarang diketahui orang lain, yaitu membaca puisi. Secara tidak sengaja, saat ia membacakan puisi seorang pria yang sudah bersuami yaitu Einstein, luluh dan selingkuh akibat puisi tersebut.

Karena sebel akibat perbuatan suaminya tersebut, Pasteur pun bunuh diri di jalan Pasteur. Bahkan, sejak Pasteur bunuh diri disana, korban bunuh diri menjadi dobel, salah satu yang juga bunuh diri adalah Galileo yang ternyata ikutan terlibat. Secara tidak sengaja, orang asing yang bernama Aristoteles menyaksikan kedua orang itu bunuh diri saat dirinya sedang makan nasi timbel. Kasus bunuh diri ini menggugah seorang pengarang, Euclid. Ia merasa kelakuan dua orang yang bunuh diri tersebut sangat mirip binatang, sehingga ia pun akan mengabadikannya dengan membuat fabel. Tentu saja buku ini menjadi terkenal dalam sekejap, bahkan Musa yang seorang mahasiswa, rela mabal kuliah untuk mendapatkan buku tersebut.

Perjuangan Musa dalam mendapatkan buku tersebut tidaklah mudah. Dalam perjalanan, kendaraan Musa terkena paku yang disebar oleh Darwin, sehingga Musa pun harus nambal ban. Karena ban motornya kempes akibat perbuatan culas tersebut, maka ia pun berhenti sejenak dan meminum teh Huang Ti. Sambil minum teh, Musa bertemu dengan Caesar yang sama-sama mengidolai grup band yang bernama Panbers. Karena penambalan ban yang begitu lama dan mereka pun tidak ada kerjaan lain, mereka pun akhirnya ngulek sambel bareng Copernicus yang berada di dapur sebelah. Akhirnya, ketika mereka mengulek sambel, diiringi oleh lagu Bob Marley kesukaan Ayahnya Copernicus, Lavoisier ,yakni “I Love you pul”.

Urutan :

  • Satu -> Batu -> Muhammad
  • Dua -> Tua -> Newton
  • Tiga -> Iga -> Yesus
  • Empat -> Patkay -> Budha
  • Lima -> Delima -> Confucius
  • Enam -> Numb -> St.Paul
  • Tujuh -> Suju -> Tsailun
  • Delapan -> Mapan -> Goethenberg
  • Sembilan -> Milan -> Colombus
  • Sepuluh -> Luluh -> Einstein
  • Sebelas -> Sebel -> Pasteur
  • Dua Belas -> Dobel -> Galileo
  • Tiga Belas -> Timbel -> Aristoteles
  • Empat Belas -> Fabel -> Euclid
  • Lima Belas -> Mabal ->Musa
  • Enam Belas -> Nambal -> Darwin
  • Tujuh Belas -> Culas -> Huang Ti
  • Delapan Belas -> Panbers -> Caesar
  • Sembilan Belas -> Sambel -> Copernicus
  • Dua Puluh -> Pul -> Lavoisier

Inovasi Terbesar yang Pernah Dicapai

Okey, tulisan kali ini mungkin akan menjadi tulisan paling absurd di blog (sejauh ini). Karena, di post ini saya akan membahas mengenai SATU hal inovasi TERBESAR yang pernah saya capai di HIDUP ini. Karena ini mengenai diri penulis, sehingga ke-subjektifan isi akan sanga terasa. Tapi, yah tidak apa-apa, namanya juga absurd.

So, apakah bentuk inovasinya?Saya menemukan inovasi ini tepatnya saat kelas 1 SMA, sangat simple, mungkin banyak orang yang melakukannya, bahkansaya sendiri mempertanyakannya apakah ini layak disebut sebagai inovasi atau bukan. Namun, bagi saya hal ini sangatlah berdampak besar untuk hidup saya, dan terbukti dengan inovasi yang saya lakukan saat itu, sampai sekarang masih bisa bertahan, jadi bisa dibilang sudah berlangsung selama hampir 6 tahun.

Tidak perlu berlama-lama, inovasi yang saya maksud adalah :

“INOVASI PEMANFAATAN KANTONG DI CELANA”

HAHAHAHAHA

Mungkin reaksi itulah yang reflek dilakukan oleh para pembaca saat mengetahui kenyataan inovasi yang saya temukan. Lucu bukan?orang-orang pasti bertanya-tanya : “Emang kantong bisa buat apa aja?kan udah jelas buat naroh hp, dompet, kunci, dll”. Memang betul demikian, inovasi saya memang hanya untuk penempatan 3 barang tersebut, tetapi yang saya tekankan disini adalah, barang tersebut disimpan di posisi mana, dan apa keuntungannya. Nah, sekarang akan saya jabarkan satu-satu

Kantong Kiri Depan

Kunci ini bisa berupa baik kunci motor, mobil ataupun rumah. Mengapa saya memposisikan kunci di kantong ini?Karena saya menganggap kunci merupakan benda yang memegang peranan penting dalam hal asset yang bernilai jutaan (puluhan sampai ratusan juta rupiah), sehingga jika hilang secara materi akan sangat fatal. Hubungannya di posisi kiri adalah, karena saya merupakan orang normal yang tidak kidal dan kunci merupakan objek yang jarang dikeluarkan dari kantongnya. Sehingga, patut dengan di posisi kiri akan jarang dikeluarkan jika memang tidak perlu, dan di depan karena fungsinya sebagai penjaga asset dan perlu pengawasan utama. Itulah alasannya.

Kantong Kanan Depan

Saya jadikan ini sebagai posisi menyimpan alat komunikasi (Hand Phone) karena HP ini sangat aktif saya masukkan dan keluarkan dari kantong. Entah itu menelefon, SMS, Instant Messaging, Foto, ataupun Browsing. Oleh karena fungsinya yang begitu essensial dan digunakan secara rutin saya tempatkan di bagian kanan depan, agar mudah dalam pergerakannya untuk diambil dan mudah diawasi.

Kantong Kecil Tambahan Kanan Depan

Bagian kantong ini memang tidak selalu saya isi, namun untuk penggunaannya pasti untuk barang-barang yang kecil. Utamanya adalah Flashdisk USB ataupun modem, pernah pula saya menyimpan beberapa permen di kantong ini. Alasan penggunaan di kantong ini adalah karena Flashdisk merupakan barang yang kecil dan rentan untuk hilang jika tidak disimpan, dengan adanya kantong kecil ini, ukuran flashdisk sangat sesuai dan dengan langsung saya bisa merasakan apakah barang tersebut ada di posisinya atau tidak. Berbeda halnya dengan apabila saya menyimpannya dikantong yang besar, karena saya harus merogohnya dulu untuk mengeceknya.

Kantong Belakang Kanan

Dari design celana itu sendiri, memang kantong belakang dirancang untuk disimpan dompet. Namun, bagi saya menaruh di posisi ini bukan hanya sekedar karena sudah dirancang demikian. Di dalam dompet terdapat benda-benda penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari : Uang, KTP, SIM, KTM, Kartu ATM, Bukti Pembayaran, dll. Nah, dengan berkaitannya barang-barang tersebut dan fungsinya yang berbeda-beda, tidaklah aneh saya menempatkannya di posisi tersebut. Di sebelah kanan karena jiwa sewaktu-waktu butuh mengeluarkan dompet, saya mudah menjangkaunya dengan tangan kanan, dan diposisi belakang karena dompet sudah didesign berbentuk datar, sehingga tidak akan menganggu saat saya duduk.

***

Itulah penjelasan dari apa yang saya anggap itu inovasi. Pembaca boleh saja mengganggap hal yang saya lakukan ini bukan inovasi, dan hanya perbuatan yang biasa saja. Tetapi bagi saya, hal ini merupakan inovasi dalam peng-efesiensi & peng-efektifan kehidupan sehari-hari. Tanpa inovasi ini, saya mungkin setiap hari akan selalu tertukar untuk mengambil apa yang dibutuhkan. Dan, begitulah akhirnya.

Budi Rahardjo

Tulisan blog kali ini merupakan hasil dari kuliah dengan pemateri Budi Rahardjo yang dilaksanakan di Gedung SBM IB, Ruangan 3C. Secara garis besar isi materi yang disampaikan adalah yang dijabarkan dibawah ini :

Konsep, prinsip kehidupan beliau :

“Business, IT, Rock n’roll”

Pendahuluan

Semua orang pasti mempunyai versi hidup dalam dirinya sendiri, dalam diri Budi Rahardjo ia mengkategorikan menjadi 3 tipe diri

Globalisasi 1 .0 -> Kewarganegaraan negara tidak penting, yang penting bisa keluar negara yang lebih baik dari negara sendiri

Globalisasi 2.0 -> Multinasional Company akan menjadi gengsi tersendiri

Globalisasi 3.0 -> Yang paling penting : Diri Sendiri! Paling Menentukan!

Bandung mempunyai potensi menjadi seperti Silicon Valley, dimana kantor-kantor perusahaan dunia berkumpul di suatu tempat untuk saling berbagid an berkompetisi, sudah dimulai dengan adanya konsep ‘Bandung Hi-Tech Valley’

Bisnis

  • Untuk memulai bisnis yang terpenting adalah : jangan takut! Kalau takut, bagaimana kita akan tahu akan sukses atau tidak
  • Selalu mencoba hal yang baru, namun apapun bisnisnya selalu dikerjakan dengan serius da sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah
  • Banyak cara untuk mengarungi kreativitas kita untuk dijadikan sebuah bisnis, salah satunya adalah dari hobi diri sendiri

Bisnis Masa Sekarang

Di masa sekarang ini segala macam informasi sudah banyak yang berbentuk digital

Awal mula digitalisasi adalah dalam musik :

Piringan Hitam (analog) -> Kaset (analog) -> CD/DVD (Digital) -> MP3 (Digital)

Padahal, secara kualitas, analog lebih bagus dari digital. Namun, secar storage digital memang unggul

Semua hal sudah menuju proses digitalisasi, salah satu alasannya adalah digital mengurangi cost dan harganya pun lebih murah

Perangkat musik pun semakin lama semakin menjadi lebih kecil, cepat dan murah

Hal ini ditunjang oleh perkembangan IT yang sudah sangat luar biasa cepatnya

Efek digitalisasi pun dianggap sebagai ” Menghancurkan Ekonomi”

Model bisnis baru -> “Freemium” yaitu barang yang berkualitas, namun bisa didapatkan dengan gratis

Cara untuk mencari ide bisnis selajutnya pun banyak, dan ide tersebut bisa kita dapatkan asal kita kreatif. Blog pun menjadi salah satu cara bagi kita untuk mengasah kreativitas

Pengalaman DBS (Digital Beat Store)

Budi Rahardjo sempat membuat sebuah innovasi di kota Bandung, yaitu saat DBS yang berada di Blitzmegaplex, PVJ, Bandung dibuat. DBS menjadi pelopor pertama dalam penjualan musik digital yang selama ini kita anggap musik digital sama dengan pembajakan. namun, berdasarkan konsep iTunes, beliau yakin bahwa DBS bisa akan sukses untuk kedepannya.

Namun, sekarang DBS sedang mengalami pembenahan, hal ini dilakukan karena terdapat 2 hal utama yang menjadi halangan DBS untuk terus beroperasi :

  1. Koneksi Internet
  2. Cara pembayaran (Micropayment), harus lebih diselidiki yang sesuai dengan kultur Indonesia
Bisnis Model Baru
Sebuah ide harus dari gabungan dari logika dan kreativitas
Dalam dunia bisnis kedepannya, terdapat produk-produk baru yang akan terus berkembang yaitu :
Musik, Film/Video, Buku, dan Software.
Jenis persisinya memang belum diketahui akan seperti apa, namun yang pasti dari produk-produk diatas semuanya melibatkan kreativitas. Sehingga kreativitas itu akans emakin penting! Membuat bisnis jangan dikejarnya karena ingin kaya, tapi kejarlah sebagai keinginan melakuka susuatu yang baru
Bagaimanakah Business Model yang baru?
  • Wisdom of Crowd
  • Empowering Power
  • User Generated Content
The Rise of Creative Class
Silicon Valley vs Bandung (still future)
Namun, tetaplah waspada karena orang yang kreatif jika tidak bisa menemukan kreativitasnya akan berakibat depresi yang fatal
Orang-orang, teralu mengagungkan originalitas, padahal meniru itu sangatlah bagus. Namun, tetap syaratnya adalah hasil tiruannya tersebut harus bisa lebih baik walaupun hanya dalam satu aspek.
Foto-Foto

Kreatif itu…

Mengapa manusia perlu berpikir kreatif?

Dalam tulisan-tulisan terdahulu saya yang ada di blog ini semuanya mengacu kepada dua hal yang utama , yaitu : kreativitas dan inovasi. Mengapa?Yang pertama, tentu saja karena pembuatan blog ini merupakan tugas kuliah yang bernama Creativity & Innovation, yang tugasnya memang menulisnya hal-hal yang berbau tentang masalah inovasi dan kreativitas dari beberapa sumber. Sedangkan, untuk alasan yang kedua, inilah hal yang memang belum yang begitu paparkan secara eksplisit (namun sebenarnya sudah ada sedikit disinggung di beberapa tulisan). Alasannya adalah : manusia harus kreatif untuk bertahan hidup.

Pada dasarnya, manusia sejak dilahirkan sudah diberikan otak dan dalam perjalanannya otak tersebut mengalami perkembangan tahap lanjut yang menghasilkan akal & dan pikiran. Akal & pikiran ini dapat berupa macam-macam, seperti mengenai apa yang harus dilakukan, ini benar atau salah, mengapa begitu, sebaiknya bagaimana, dll. Intinya adalah pertanyaan-pertanyaan dalam kehidupan kita di dunia. Pertanyaan-pertanyaan tersebut berfungsi sebagai landasan apa yang akan kita lakukan dalam bentuk tindakan. Nah, tentu si akal & pikiran ini tidak muncul secara tiba-tiba, tapi berdasarkan proses dari kelima panca indera manusia. Inilah hal utama yang paling membedakan antara manusia dan hewan. Hewan memang mempunyai otak seperti layaknya manusia, namun tidak mempunyai proses perkembangan akal & pikiran, yang dipunyai hewan adalah naluriah yang sudah dari sananya begitu ( sudah terprogram).

Menagapa saya membahas mengenai akal & pikiran?Karena dari 2 hal tersebutlah manusia menjadi berpikir kreatif. Jadi, dengan kata lain manusia memang sudah ditakdirkan untuk berpikir kreatif, hanya saja memang ada manusia yang tingkatan kreatifnya rendah, ada juga yang tingkatan tinggi, semuanya tergantung seberapa sering kita mengasahnya. Nah, sekarang pertanyaannya adalah apakah benar semua manusia itu pada dasarnya sudah kreatif?

Hal ini sebenarnya sudah sempat saya bahas di tulisan yang ini , salah satu kutipan dari tulisannya adalah berikut :

Percayalah, semua orang di dunia ini saya jamin semua orang pernah melakukan hal kreatif dalam hidupnya. Memilih nama anak?Memilih jalan?Memilih gadget?Memilih rumah?Memasak sarapan?Membuat PR?

Hal-hal tersebut pernah kita lakukan bukan?Misalnya saat memilih nama anak jika bukan berdasarkan kreatifitas, nama anak di dunia ini mungkin akan sama semua, kemudian memasak sarapan jika tidak kreatif jangan-jangan tiap hari kita makan hanya dengan nasi dan telur selalu, atau juga dalam membuat PR tanpa cara kreatif, dijamin akan bosan mengerjakannya, dan masih banyak lagi contoh-contohnya.

Benar bukan?Semua manusia pasti pernah melakukan hal-hal tersebut. Walaupun terlihat simple, namun itulah bentuk dari kreativitas, walaupun dalam tingkat rendah. Yang tingkat tinggi?Ambil saja contoh perusahaan Apple yang bisa memberikan sentuhan kreativitas dalam produk ipodnya. Padahal kita mengetahui, bahwa mp3 player sebelum ipod sudah banyak yang beredar, namun mengapa baru di ipod-lah mp3 player bisa begitu booming?Karena, apple di produk ipod memberikan tambahan fitur, design, warna yang belum ada di produk lain sebelumnya, itulah bentuk kreativitas bukan?

Sehingga, inti yang mudah mengapa manusia perlu berpikir kreatif adalah : agar hidup lebih berwarna

Sosok Paling Kreatif?

Jika membahas mengenai sosok paling kreatif di dunia ini tentu akan sangat sulit, karena jumlahnya mencapai milliaran jiwa!Hal ini karena berdasarkan prinsip saya bahwa semua orang kreatif, sehingga akan sangat subjektif untuk menilai suatu orang itu menjadi sebuah sosok yang paling kreatif. Tetapi, saya akan mengajukan sebuah sosok yang mewakili sebuah kreativitas, yaitu :

ORANG INDONESIA!

Nasionalis sekali bukan?Kelihatannya begitu, tapi sebenarnya tidak. Jadi, saya memutuskan “menganugerahi” sosok paling kreatif ke orang indonesia yang berjumlah hampir 300 juta adalah karena berdasarkan tulisan terdahulu saya : Negara Paling Kreatif?Tentu Saja…..

Nah, jika melihat tulisan tersebut, pembaca akan mengerti bukan mengapa saya menganggap orang indonesia merupakan sosok yang kreatif?Itulah alasannya, dari hal-hal yang kecil agar terlihat menarik, banyak cara agar orang lain bisa tertarik dengan apa yang kita lakukan atau yang kita jual, dan kejadian-kejadian tersebut tentu saja dijamin ada dari Sabang sampai Merauke. Bagus bukan?

Perusahaan Paling Kreatif?

Saya anugerahi kepada :

Sejak kemunculannya berupa search engine, perusahaan yang didirikan oleh Larry Page and Sergey Brin ini bertransformasi secara cepat hingga ditahun 2011. Dari “hanya” sekedar search engine saja, google saat ini sudah mempunyai ratusan produk yang sangat berguna dalam kehidupan manusia sehari-harinya. Selain itu, produk-produk google pun berbasiskan open source, yang berarti : gratis! Yap, gratis, itulah kata yang sangat digemari oleh manusia manapun di dunia ini, tidak perlu membayar namun orang-orang dapat menikmati produk-produk yang sangat bermanfaat, itulah google.

Google, saya anggap sebagai perusahaan yang paling kreatif karena seperti yang saya sebutkan tadi, mereka mencipatakan produk gratis untuk seluruh orang.So, dimana letak kreatifnya?Dari PRODUKNYA. Produk-produk google yang diciptakan kebanyakan bukanlah hal-hal yang baru, namun mereka dapat membuatnya menjadi sebuah hal yang memikat, simple dan orang menyukainya. Disanalah inti kreativitas dari google : KONSUMEN dan GRATIS

Berikut beberapa produk google yang menurut saya sangat essensial  :

Google Search Engine

Zaman sekarang siapa yang tidak pernah menggunakan google?Segala informasi yang tidak kita ketahui pasti akan langsung kita cari di google. Padahal, search engine yang pertama kali kita kenal adalah Yahoo! Namun, akibat sistem yang dibuat oleh google dalam menampilkan relevansi halaman yang lebih akurat dibandingkan dengan yahoo, orang pun akhirnya terus menggunakan google sampai sekarang. Walaupun sekarang terdapat bing!, search engine dari microsoft, popularitas penggunaan google sepertinya tetap tidak akan tergantikan.

Google Mail (Gmail)

Produk dari google yang berupa email ini memang sekilas tidak begitu istimewa dibandingkan dengan hotmail ataupun yahoo. Namun, prinsip dari awal google yang mengedepankan simplicity sangat terasa didalam gmail. Tampilan yang tidak ribet, kecepatan login, interface friendly merupakan beberapa keunggulan yang ditawarkan. Selain itu, terdapat pula layanan chat dan SMS yang sangat memudahkan. Dengan fitur-fitur tersebut google berkesan untuk mendorong produktivitas penggunanya, yang tentunya berdampak positif.

Google Chrome

Sebelum kemunculannya, dunia web browser sudah dipenuhi oleh Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera, dan Safari. Awalnya, ini terlihat sangat tidak mungkin bagi google untuk memasuki pasar web browser ini. Namun, siapa sangka ternyata di awal kemunculannya google chrome banyak dipuji, alasannya : lagi lagi karena simplicity. Orang-orang yang menggunakan google chrome merasakan dalam pembukaan program sampai surfing lebih cepat dari yang lainnya, dan juga dalam tampilan yang tidak macam-macam merupakan keunggulan dari google chrome ini.

Android

Menurut saya inilah hasil kreativitas terbaik google sampai saat ini, yaitu operating system untuk mobile phone, Android. OS Android ini berfokus untuk platform Tablet dan Smartphone. Google menempati dirinya di 2 platform tersebut karena trend pasar yang memang saat itu (2005) dalam 5 – 10 tahun ke depan akan menuju kesana. Kenyataannya?Sangat benar. Sampai saat ini Android sudah meraup market share smartphone secara signifikan, menggeser RIM (Blackberry) dan sudah mendekati Apple. Keunggulan utamanya adalah banyak aplikasi-aplikasi gratis yang tersedia di Android Market, dan membebaskan developer untuk menaruh hasil ciptaannya di market tersebut, sehingga konsumen pun mempunyai banyak alternatif yang dapat dipilih.

Masih sangat banyak produk-produk lainnya yang belum disebutkan seperti : youtube, blogger, google trends, google maps, google earth, google +, dan yang terbaru adalah google music.

*****

Kesannya saya seperti promosi ya?Tapi sebenarnya saya hanya mendeskripsikan bagaimana google bisa saya anggap sebagai perusahaan paling kreatif didunia. Perkembangan-perkembangan yang dilakukan secara terus-menerus menunjukan bahwa suatu hal dapat memberikan nilai jual apabila kita dapat mengemasnya dengan cara berbeda dan mengetahui apa keinginan orang-orang, itulah prinsip kreativitas yang diajarkan google kepada saya.