Business Generation Model -> “Lawas TV”

Tulisan kali ini saya akan menceritakan mengenai sebuah ide & konsep yang berawal dari tema membuat “Stasiun TV”. Ide ini tidak saya buat sendiri, melainkan dari beberapa teman-teman saya yang brilian dalam menyumbangkan ide-ide, sehingga terciptalah ide inovatif & kreatif untuk membuat Stasiun TV baru, yang diberi nama sebagai ” Lawas TV”.

Sesuai dengan namanya, TV ini berfokus pada program-program lawas/jaman dulu yang sudah jarang kita saksikan di stasiun-stasiun TV sekarang ini. Namun, program lawas ini justru sebenarnya banyak dirindukan oleh orang-orang, baik yang orang tua maupun anak muda sekarang. Untuk lebih jelasnya, akan saya jabarkan secara poin-perpoin sesuai gambar diatas

Offer

Offer merupakan value/nilai utama yang disematkan pada TV ini. Value kami adalah “Nostalgia & Mempelajari Sejarah”. Jadi dapat dikatakan bahwa TV ini tidak hanya memberikan program-program lawas untuk sekedar hiburan nostalgia, namun TV ini juga diharapkan dapat memberikan edukasi peristiwa sejarah dengan menayangkan video-video kesejarahan dengan kemasan yang lebih menarik.

Customer Segments

TV ini mengambil segmen pada orangtua dan anak muda. Untuk orangtua jelas, karena hal-hal yang berbau lawas, segmen ini sedang masa jaya-jayanya pada saat itu. Sedangkan, yang lebih difokuskan adalah pada segmen anak mudanya. Mengapa?Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, TV ini juga memberikan manfaat edukasi pada tayangannya, tentu ini akan sangat cocok pada anak muda. Hal ini dilakukan karena kami merasa anak muda sekarang ini kurang peduli atas sejarah mengenai Indonesia, pelajaran sejarah disekolah pun hanya sebatas pelajaran, tanpa ada esensinya. Oleh karena itulah, TV lawas memberikan alternatif bagi anak muda untuk mempelajari sejarah Indonesia.

Customer Relationship

Customer yang menyukai konsep-konsep lawas kami memperkirakan cukup banyak, sehingga untuk memberikan pelayanan kepada customer akan dibentuk komunitas yang punya jadwal dan acara yang akan dilakukan secara rutin, ditambah akan menjadi ajang silahturahmi. Selain itu, dibuat forum jual beli agar para anggota komunitas tersebut dapat menjual, membeli, atau barter barang-barang antik ataupun lawa yang mereka punya.

Channel

Karena untuk start-up stasiun TV membutuhkan waktu dan modal yang cukup banyak, sedangkan modal kami terbatas, kami memutuskan untuk bekerja sama dengan transcorp untuk menjadi content provider untuk stasiun trans. Untuk jangka panjangnya, diharapkan kami pun bisa launching staisun TV Trans Lawas dinaungi oleh Transcorp. Alasan Transcorp dijakan channel adalah karena, kami merasa segment trans sngat cocok dengan konsep kami.

Key Partners

Karena isi-isi dari dokumentasi sejarah Indonesia ada beberapa yang sudah dimiliki secara eksklusif oleh beberapa stasiun TV. Oleh karena itu, Lawas TV akan berkerjasama dengan pemilik hak ekslusif dokumentasi-dokumentasi sejarah Indonesia.

Key Activities

Dalam TV Lawas yang menjadi kuncinya adalah program-programnya. Jika program sejarah Indonesia ditayangkan secara biasa-biasa saja tentu tidak akan ada yang menonton, apalagi anak muda. Untuk mengatasi hal itu, kami memberikan konsep lain yang lebih atraktif untuk para customer. Yang lainnya adalah ada program dubbing untuk setiap peristiwa sejarah sehingga akan menjadi lebih ringan dan ada unsur humornya, namun tetap intinya adalah memberikan pelajaran sejarah dalam bentuk lain.

Key Sources

Seperti halnya perusahaan biasa, manajemen akan sangat berpengaruh dalam penentuan arah kemena Lawas TV akan bergerak dan berkembang, namun kami juga tidak melupakan employee yang akan menjadi tulang punggung dalam segala aktivitas Lawas TV. Resources utama yang lainnya adalah, program-program acara lawas yang memang harus didokumentasikan secara khusus karena memang stasiun ini jarang menampilkan acara live.

Cost

Seluruh komponen manusia di Lawas T tentu menjadi cost karena gajinya. Selain itu juga lisensi dan hak paten dari sumber lain akan cukup menguras cost yang banyak, karena akanĀ  banyak paten dan lisensi yang perlu dibeli oleh TV ini agar bisa berjalan sesuai harapan awal.

Revenue Streams

Sumber penghidupan TV ini sangat bergantung pada sponsor yang akan beriklan di TV kami. Diperkirakan 3/4 pendapatan akan bersumber dari sponsor ini. Sisanya adalah dari donasi sukarela dari komunitas lawas dan juga kemungkinan akan menciptakan cafe dan toko apabila Lawas TV sudah cukup sustain.