Creating Creative Business

Tulisan blog kali ini merupakan hasil dari forum yang diadakan oleh Akademi Berbagi, dengan pembicara Ridwan Kamil yang dilaksanakan di Comlabs ITB. Secara garis besar isi materi yang disampaikan adalah yang dijabarkan dibawah ini :

Background

  • Dunia sekarang sudah mengenai ide & kreativitas
  • Komponen utama dalam penggerak industri kreatif adalah modal usaha dan pembiayanya itu disebut sebagai venture capital
  • Namun, sayangnya masalah modal inipun merupakan masalah Indonesia itu sendiri, yakni susahnya proses dalam pemberian modal.
  • Secara potensi, banyak kota Indonesia yang bisa dikembangkan menuju daerah kreatif industri, salah satunya adalah Bandung. Mengapa?yang menjadi faktornya adalah, cukup banyaknya institusi pendidikan yang membuat banyak mahasiswa atau anak muda yang terdorong membuat suatu bisnis kreatif akibat pengetahuan yang didapat di institusi pendidikan tersebut.

Syarat Suatu Kota Menjadi Kreatif

Talent -> Banyak sekolah/institusi pendidikan

Tolerant -> Terbuka pada ide, jangan segala-gala dilarang. Disupport oleh pemerintah daerah

Technology -> Melek teknologi, membuat progress yang cepat

Tipe Kota Kreatif

Bandung

  • Cosmopolitan (sudah bercampur dengan berbagai budaya)
  • Banyak pendatang
  • Tanpa memiliki sejarah kerajaan

Yogyakarta

  • Sangat lengket dengan keturunan kerajaan
  • Kultur banyak bercampur dari turis asing

Bali

  • Semua orang adalah seniman
  • Seni merupakan kewajiban warga bali dari sejak ia lahir
Dari contoh penjelasan diatas, bboleh dikatakan bahwa Bandung bisa dikatakan menjadi “real creative industry city” karena memang hal tersebut dibuat melalui proses dan tidak melalui sebuah sitem yang sudah mengharuskan untuk seperti demikian.
Mengapa mempunyai kota kreatif itu penting?Karena dari perekonomian kreatif lokal-lah yang membuat Indonesia mempunyai pemasukan. Sehingga, ekonomi lokal merupakan fondasi dan berperan penting bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan
Ciri Orang Kreatif
  1. Innovative (Out of the Box)
  2. Risk Taker (Calculated)
  3. Visionary (Setting Goals)
  4. Strong Leadership  (ex. Motivating)
  5. Problem Solver (Find the Problem then the Solution)
Selain itu terdapat quote dari Daniel Pink, yang cukup menggambarkan bagaimana sesungguhnya orang kreatif itu
“The future will be ruled by the right-brainer”
Right Brain berarti -> Impulsif, reaktif, eksploitif, dan imajinatif
Menjadi Orang Kreatif
Kreatif bukanlah suatu gift yang akan kita dapatkan sejak kita lahir, namun kreatif merupakan suatu proses yang bisa kita asah dan latih melalui beberapa tahapan berikut :
  1. Observe -> Gaul, lihat situasi, lihat sekeliling, selalu membaca!
  2. Imagination -> Selalu berpikir sesuat diluar kebiasaan
  3. Select -> Pilih hal-hal yang paling memungkinkan setelah apa yang diobserve (Innovate or Imitate)
  4. Think Different -> Temukan perspektif lain dalam berpikir
  5. Don’t Avoid Problem -> Jangan lihat maslaah sebagai beban, namun jadikan itu sebagai peluang
  6. Make Plan -> Rencanakan, jangan kumaha engke!
  7. Scalabale -> Buat sesuatu yang bisa diukur, dicapai. Mulailah dari hal yang kecil, FIRST STEP IS THE MOST IMPORTANT!
  8. Deisgn/Technology -> Dunia bisnis sekarang selalu berfokus pada unsur design dan teknologi, manfaatkan!
  9. Networking -> Banyak tenaga ahli yang bisa kita jaring kerjasama yang memberikan opportunity bisnis
  10. Innovative Marketing -> Be different!
Foto-Foto
Iklan

Mahasiswa Indonesia : Sebuah Ekspektasi

Kreatif & Inovatif, itulah 2 kata yang banyak disematkan kepada Mahasiswa. Mahasiswa dianggap sebagai tulang punggung bangsa masa depan, tak heran banyak pihak yang sangat menaruh harapan pada mahasiswa ini. Kesannya, menyandang status mahasiswa itu sama dengan meminggul beban yang berat, bagaimana tidak?Sudah banyak diharapkan oleh orang-orang, tentu terdapat konsekuensi-konsekuensi yang suka atau tidak harus dihadapi. Saat seorang mahasiwa menorehkan prestasi, semua pihak langsung memuji dan mengangkat tinggi arti sebuah mahasiswa, namun saat mahasiswa monerehkan keburukan, langsung saja tanpa ba-bi-bu ,pihak yang sebelumnya mendukung akan langsung berbalik mencerca dengan alasan “mahasiswa harus memberikan contoh baik, bukannya memberikan contoh buruk”. Itulah secara singkat menggambarkan bagaimana mahasiswa diberi ekspektasi yang tinggi di negeri ini, terutama setelah masa reformasi (1998) yang saat itu mahasiswa menjadi poros utama dalam usaha penggulingan pemerintahan.

Nah pertanyaannya sekarang, apa hubungannya mahasiswa dengan 2 kata : kreatif & inovatif, dan mengapa pula saya membahas mengenai ekspektasi terhadap mahasiswa?Semua itu TENTU ADA hubungannya ,para pembaca yang terhormat.

Kreativitas & Inovasi Mahasiswa

Untuk menjawab dan membalas segala ekspektasi yang nan besar itu, mahasiwa patut atau malah wajib untuk mempunyai modal dasar yang akan digunakan. Modal itu dinamakan kreativitas & inovasi. Para khalayak yang banyak  bukan tanpa alasan menaruh harapan pada mahasiswa, karena mereka menganggap di tahap mahasiswa ini dari ukuran umur, mental, psikologis, serta ide berada dalam ukuran yang sudah cukup matang. Sehingga, dibandingkan dengan level SMU yang masih mentah, ataupun dengan level diatasnya, yaitu orang-orang yang sudah memasuki dunia kerja yang sudah tidak matang/mentah, mahasiswa menjadi posisi yang paling ideal dalam ukuran-ukuran tersebut.Dikatakan “cukup” karena masih terdapat peluang untuk berkembang yang berdasarkan idealisme masing-masing, tidak tergantung pada anggapan orang lain. Mahasiswa sendiri pun secara otomatis akan mencari dan mendapatkan “sesuatu” untuk mematangkan” proses tersebut.

Namun, perlu diingat bahwa proses tersebut tetap harus ditunjang oleh “sesuatu” yang dapat mewadahinya, “sesuatu” ini pula yang membuat kata “mahasiswa” ini ada, yaitu Perguruan Tinggi. Apapun bentuknya , negeri, swasta, universitas, institut, atau pun lainnya PT mempunyai peran yang sangat penting untuk menunjang dan memberi peluang bagi mahasiswa untuk mencapai tujuan mereka. Pendidikan di Perguruan Tinggi menggerakkan anak didiknya tidak hanya berfokus pada teori semata namun juga memberikan sebuah simulasi praktek yang berhubungan dengan keprofesian masing-masing. Saya ambil contoh misalnya jurusan manajemen. Dimanapun PT yang terdapat jurusan manajemen pasti akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan bagaimanakah manajemen itu sesungguhnya. Contoh lainnya seperti jurusan Biologi pun sama, mereka membuat eksperimen sendiri berdasarkan teori-teori yang didapatkan. Intinya tetep sama yaitu : simulasi keprofesian. Mengapa saya anggap simulasi keprofesian ini penting?Karena dengan mahasiswa mengalami simulasi, secara otomatis hal tersebut akan tesimpan didalam memori mereka dan dengan proses yang berulang-ulang, suatu saat mereka akan menemukan suatu ide atau pemikiran yang berhubungan dengan hal tersebut. Ide inilah pada akhirnya suatu kreatifitas & inovasi bisa muncul.

Selain dari keprofesian masing-masing, masih terdapat banyak kegiatan lain yang dapat menjadi pemicu ide-ide. Mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa, dimana banyak bertemu mahasiswa lintas profesi yang semakin membuka wawasan baru, sama seperti terdapat acara kampus yang banyak mempertemukan berbagai macam jenis mahasiswa. Ada pula lomba-lomba yang mengasah mulai dari ketrampilan sampai ke kreativitas mahasiswa. Bahkan, jangan heran banyak mahasiswa yang menemukan pemikiran-pemikiran ketika mereka sedang hanya jalan-jalan atau melamun. Disitulah bagaimana kekuatan mahasiswa yang ditopang oleh lingkungannya, sehingga sangat memberi banyak potensi dan kesempatan bagi mereka untuk terus berpikir dan berkreasi.

Easier Said than Done

Namun, apa benar suatu kreativitas & inovasi cukup dengan melakukan hal-hal yang disebutkan diatas?Oh, jelas tidak pembaca yang terhormat. Proses kreatifitas & inovasi tidak semudah yang kita bayangkan. Percayalah, semua orang di dunia ini saya jamin semua orang pernah melakukan hal kreatif dalam hidupnya. Memilih nama anak?Memilih jalan?Memilih gadget?Memilih rumah?Memasak sarapan?Membuat PR?

Hal-hal tersebut pernah kita lakukan bukan?Misalnya saat memilih nama anak jika bukan berdasarkan kreatifitas, nama anak di dunia ini mungkin akan sama semua, kemudian memasak sarapan jika tidak kreatif jangan-jangan tiap hari kita makan hanya dengan nasi dan telur selalu, atau juga dalam membuat PR tanpa cara kreatif, dijamin akan bosan mengerjakannya, dan masih banyak lagi contoh-contohnya. Bisa dibilang bukan bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita dihadapkan dengan kreativitas & inovasi?Hanya saja kreatifitas ini sangatlah simple, dan masih terdapat tahapan-tahapan selanjutnya untuk dikatakan sebagai kreatifitas & inovasi yang sesungguhnya.

Dalam kreatifitas terdapat 5 level yaitu Existential, Communicational, Instrumental, Orientational, dan Innovational. Tahapan paling rendah dan paling awal adalah Existensial . Contoh sehari-hari yang disebutkan diatas termasuk kategori kreativitas yang paling rendah, ataupun jika sudah menggabungkan beberapa proses level kreativitasnya bisa mencapai Communicational. Level Innovational, yaitu tingkatan yang paling tinggi ini adalah sudah mencapai suatu tahap dimana kreativitas seseorang sudah sampai menciptakan produk baru yang merubah peradaban ataupun kehidupan seseorang. Contoh tergampang dari level ini adalah penemu Internet, karena dengan ditemukannya internet cara berkomunikasi manusia pun berubah sehingga dapat dikatakan merubah peradaban.

Dalam inovasi pun terdapat tingkatan. Inovasi disini memang lebih mengenai hal-hal yang berbau teknologi, karena seluruh inovasi tidak terlepas dari apa yang disebut dengan teknologi tersebut. Walaupun tidak secara eksplisit tingkatannya tertera, namun tahapan paling awal dalam suatu inovasi adalah “inovasi mentah”. Dalam tingkatan ini inovasi hanyalah sekedar inovasi, dengan kata lain ditemukan barang baru namun belum jelas apa manfaatnya, inilah yang dinamakan dengan “inovasi mentah”. Sampai pada tingkatan tertinggi, inovasi akan menjadi benar-benar inovasi apabila sudah menjadi “barang jadi” baik berupa produk atau pun jasa , yang terpenting adalah bermanfaat bagi  manusia.

Sehingga, kreativitas & inovasi selalu mempunyai ikatan yang kuat satu dengan yang lainnya. Suatu inovasi tidak mungkin tercipta jika tidak adanya ide-ide kreatif yang memunculkan awal dari suatu inovasi. Kreatifitas pun sama,kreatif tanpa menjadi inovasi hanyalah akan menjadi manfaat bagi diri sendiri dan tidak ada gunanya bagi orang lain.

Sebuah Kenyataan

Saya kembali lagi kepada bahasan mahasiswa. Setelah penjelasan di atas, sudah semakin jelas bagaimana peran mahasiswa yang sesungguhnya. Di dalam PT  mahasiswa akan melalui berbagai tahapan dalam upaya mematangkan pemikiran-pemikiran mereka, yang intinya tetap mengenai : kreativitas & inovasi. Tetapi, sebagai mahasiswa tahapan yang mereka lalui hanyalah baru sebagai permulaan. Pemikiran-pemikiran yang telah ditanamkan harus bisa diteruskan bahkan sampai mereka sudah tidak menjadi mahasiswa lagi, karena suatu kreatifitas untuk menjadi sebuah inovasi membutuhkan jangka waktu yang tidak terbatas sampai kapanpun. Hal ini tergantung dari bagaimana mereka menyikapi masalah-masalah yang timbul selama proses tersebut terjadi.

Masalah umum yang terjadi saya ambil dari buku The World is Flat oleh Thomas L. Friedman. Secara garis besar buku ini menceritakan bagaimana perkembangan teknologi yang pesat mengubah dunia secara menyeluruh. Arus perputaran yang demikian terbuka dan cepat membuat seakan-akan setiap proses di bumi melalui jalur horizontal, tanpa tingkatan. Inilah gambaran singkat dari pengertian flat (datar) dibuku tersebut. Nah, kemudian apa masalahnya?Bukankah dengan ke-flat-an dunia akan menjadi keuntungan bagi semua orang?Jawabannya : BELUM TENTU

Justru, hal tersebut dapat berpotensi menjadi hambatan terbesar dalam upaya kreativitas & inovasi mahasiswa.

Pemalas . Dengan segala tersedianya informasi apapun dengan sekali tekan atau dengan menulis kata kuncinya, semua akan tersedia dengan mudahnya. Namun, bagi sebagian orang hal ini digunakan hanya sebagai Copy + Paste saja tanpa memahami kandungan asli tulisannya. Jika sesekali dilakukan tentu tidak masalah, namun jika sudah menjadi kebiasaan hal ini akan membuat pemikiran kita sempit dan ide-ide kreatif kita tidak bisa berkembang ke arah yang semestinya.

Persaingan . Dengan bisa ditemukannya hal-hal yang baru dengan mudah dari berbagai negara, seharusnya ini menjadi peluang kita dalam mencari ide-ide produk atau jasa yang inovatif. Sayangnya, dengan keterbukaan tersebut, semua orang mempunyai peluang yang sama untuk berinovasi. Bagi orang yang tidak kompetitif, persaingan ini akan membuat mereka putus asa, dan akibatnya pun inovasinya tidak bisa dikembangkan dengan alasan “sudah ada yang mulai duluan” .

Takut . Kreativitas & Inovasi akan bisa berhasil jika ada keinginan untuk melakukannya, namun tidak selamanya ide-ide tersebut dapat berhasil atau pun dapat diterima khalayak banyak. Seseorang kadang menjadi teralu concern dengan  ketidak berhasilan suatu proses kreatif & inovasi, akibatnya mereka menjadi takut untuk mencoba padahal mereka sudah mempunyai pemikiran yang brilian. Hanya saja karena melihat lingkungan yang demikian, proses kreatif yang mempunyai potensi menjadi terhambat.

3 poin masalah diatas merupakan realita apa yang terjadi dengan keadaan mahasiswa sekarang. Potensi untuk mencapai kreativitas & inovasi tingkatan paling atas sudah ada, namun Pemalas, Persaingan, dan Takut menjadi tembok tinggi yang terus mereka ratapi, bukannya berusaha bagaimana untuk melewati tembok tersebut.

Esok yang Masih  Cerah

Setiap masalah pasti akan selalu ada solusinya, tidak terkecuali masalah yang menghambat perkembangan kreativitas & inovasi dalam diri mahasiswa. Solusi utamanya yaitu :

“PERCAYA DIRI”

Terlihat mudah bukan?Namun, memang inilah yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas. Masalah-masalah penghambat kreativitas & inovasi semuanya muncul dari mindset & mentalitas , sehingga solusinya pun kembali kepada apa yang kita pikirkan. Percaya diri berarti  yakin atas kemampuan yang dimiliki oleh diri sendiri tidak peduli atas gangguan yang terjadi baik dari internal diri atau eksternal. Kreativitas & Inovasi semuanya bersumber dari pikiran kita, semua orang memilikinya tanpa terkecuali. Tetapi, tidak seluruhnya bisa melaksanakannya, hanya dalam sebatas pemikiran saja, sebabnya pun seperti 3 poin yang diatas. Sekarang apabila seseorang percaya diri, ia tidak akan menjadikan persaingan sebagai hambatan, ia malah berpikir bahwa persaingan membuat diri semakin termotivasi untuk berkreasi & berinovasi lebih baik. Ia pun tidak menjadikan rasa takut menjadi sebuah musibah, ia menjadikan rasa takut menjadi suatu pemikiran agar lebih waspada dan teliti dan menelurkan ide-ide. Ia pula membuat segala ketersedian informasi tidak menjadi seorang pemalas, namun ia buat menjadi sebuah kesempatan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya agar bisa dikembangkan menuju sebuah inovasi.

Inilah hal yang harus diingat oleh seluruh orang, terutama mahasiswa yang segala ide briliannya ditunggu oleh seluruh masyarakat Indonesia agar kehidupan bangsa pun akan menjadi lebih baik di masa depan.

sumber dan referensi :

http://romisatriawahono.net/2007/02/12/the-world-is-flat-10-kekuatan-yang-mendatarkan-dunia/

http://lifeisabook51.blogspot.com/2011/06/kolaborasi-inovasi-dan-kreativitas.html

http://venivexia.blogspot.com/2011/02/inovasi-keunggulan-bersaing.html

http://viialovesiing.blogspot.com/2011_05_01_archive.html

Negara Paling Kreatif?Tentu Saja…..

Sebelum berbicara lebih jauh mana negara yang paling kreatif, mari pertama-tama kita melihat definisi dari kreatif itu sendiri. Menurut wikipedia.com ,creativity (kreatifitas) adalah :

proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada

Nah, jika melihat definisi di atas, mungkin dari benak kita sudah terdapat “kandidat-kandidat” negara yang kita anggap sebagai negara kreatif.  Apakah Amerika Serikat yg banyak memunculkan banyak penciptaan hal-hal baru dalam bidang teknologi serta inovasi? atau Jepang yang banyak mencipatakan barang-barang kreatif tepat guna?Atau juga Cina, yang kreatif menciptakan banyak barang “bermerek” dengan harga murah?atau negara-negara di Eropa?atau…atau…dan atau.

Bahkan jika disebutkan satu persatu beserta contohnya, list tersebut akanlah sangat panjang. Namun, saya disini melihat bahwa negara paling kreatif bukan berarti yang memang hasil kekreatifannya tersebut benar-benar kreatif. Dalam artian suatu hal pun dapat tergolong kreatif dalam hal yang tidak disangka-sangka, aneh ataupun hal yang sebenarnya salah. Dari sisi inilah saya melihat sisi kreatif tersebut. Negara yang saya pilih ini pun sebenarnya cukup subjektif karena inilah satu-satunya negara yang pernah saya tinggali dalam waktu lama, sehingga tentu saja saya dapat melihat banyak-banyak hal kreatif di negara ini. Tetapi, berkat hal tersebutlah saya bisa memastikan negara INILAH yang berhak menyandang sebagai negara paling kreatif, yaitu :

INDONESIA

http://www.flickr.com/photos/mr_t_in_dc/2503224501/(Thanks to “Mr. T in DC”)

Mengapa?Inilah Bukti-buktinya :

1. MOTOR ANTI-HUJAN

Males hujan-hujanan kalo naik motor?Males pake jas hujan?

Tenang…ada solusinya

2. KENDARAAN CEPER

Impian punya mobil ceper kayak gini. Tapi, sayang duit buat makan aja susah. Apalagi buat ginian…

Tapi..

Memang cuman mobil aja yg bisa diceperin?

3 . MODIF MOTOR

Bosen ama model spakbor motor kepunyaan?Tapi duit aja ngak punya?

Bisa kok…kan ada

DAUN PISANG!

4. BRANDING JASA

Tambal ban gini udah biasa, yang dateng juga jarang..

Jadinya sih…

Mending buka praktek aja ya

5. BERDAGANG & BERJUALAN

Pengen jualan , tapi kalau sewa ruko mahal…

Untungnya…

Ada tempat buat jualan gratis

Jika dilihat secara sekilas, gambar-gambar diatas mungkin terlihat hanya gambar-gambaryang  unik dan lucu. Namun, sebenarnya jauh dibalik itu terdapat sebuah makna terutama dalam makna sebuah arti kreatif.

Kelima gambar diatas masing-masing merupakan representative sebuath kreativitas dari sesuatu apa yang mereka inginkan, dambakan tetapi ,dengan beberapa alasan . Seperti , masalah ekonomi yang terbatas, status sosial yang tidak memungkinkan, atau bahkan hanya sekedar iseng dan malas. Dari hal-hal tersebutlah timbul hasil kreativitas itu. Tetapi, yang sekarang menjadi pertanyaan besarnya adalah ‘Mengapa hal-hal kecil seperti ini ,dijadikan sebagai perwakilan untuk kreatifitas negara Indonesia?’

Justru, disinilah intinya. Hal-hal kreatif yang kita anggap selama ini , selalu merupakan hal-hal kreatif yang dianggap “wah, gila, keren, menakjubkan, dll”, ataupun yang terekspose secara luas. Tetapi, sesungguhnya kreatifitas yang sesungguhnya bersumber dari hal-hal yang kecil dan tanpa batasan tertentu. Beberapa contoh diatas memang cukup menggambarkan hal-hal ironis yg dilakukan oleh orang Indonesia. Spakbor motor yang sudah hilang atau rusak terpaksa diganti hanya oleh selembar daun pisang yang bisa ditemukan dimana saja, ataupun karena tidak mempunyai uang untuk menyewa tempat, seseorang nekad menjual barang dagangannya di sisi rel kereta api.

Inilah potret sesungguhnya Indonesia, dan ini pula potret bagaimana di dalam keadaan terjepit, di segala keterbatasan seseorang terpaksa berpikir sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya dengan mengorbankan beberapa aspek. Namun, pada akhirnya tetap kita harus memberi acungan jempol pada mereka-mereka, karena mereka tetap terus berusaha ,sehingga timbul ide kreatif untuk melakukan sesuatu. Hal lain yang juga penting adalah : mereka tidak pasrah pada keadaan.

“Tidak pasrah pada keadaan” merupakan sikap yang harus selalu ditanamkan pada setiap orang tidak peduli apapun kelas sosialnya. Karena dari sikap inilah seseorang dapat menciptakan sebuah ide ataupun pemikiran yang tidak pernah diduga sebelumnya, yang mungkin saja dalam jangka panjang , dapat bermanfaat bagi khayalak orang banyak ataupun bagi negaranya.

Berapa banyak suatu produk atau jasa kreatif & inovatif yang tercipta merupakan hasil dari iseng-iseng atau kebetulan?jawabannya : BANYAK

Sehingga, jangan aneh jika suatu waktu, daun pisang dapat menjadi bahan dasar untuk spakbor motor, ataupun pemasangan cover plastik anti-hujan di motor menjadi trendsetter berikutnya di Indonesia. Karena, mungkin dari ide-ide kreatif seperti itulah suatu penemuan dapat terjadi dan berkembang dikemudian hari.

Dan, tentunya kita berharap semoga hal tersebut banyak yang berasal dari INDONESIA.

sumber dan referensi :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8038506

http://adevindesign.wordpress.com/2011/05/17/only-in-indonesia-unik-tiada-tara/

http://freeforal.blogspot.com/2010/04/motor-masa-depan-hanya-di-indonesia_03.html

http://rian297.blogspot.com/2011/01/ngga-punya-mobil-and-motor-gerobak-pun.html

http://wonklemu.blogspot.com/2011/02/tukang-tambal-ban-ini-bergelar-dokter.html

Muhammad Luthfihadi Karnadihardja

Kenal dengan nama yang tertera pada judul di atas?

Mungkin ya, mungkin juga tidak. Tapi saya kira akan lebih banyak yang menjawab “tidak”. Wajar saja, mengingat kemungkinan dari pembaca blog ini bisa mencapai jutaan orang sedangkan orang yang saya kenal tidak mencapai sejumlah ini. Tapi, hey, sebenarnya hal tersebut tidak perlu dibahas, mengingat sebagai tulisan pertama di blog ini saya akan bercerita sedikit bagaimana saya dapat dilahirkan di dunia ini dengan nama :

“Muhammad Luthfihadi Karnadihardja”

Muhammad

Sebagai anak laki-laki yang terlahir di keluarga muslim, nama Muhammad menjadi nama yang cukup umum digunakan sebagai nama pertama di anak laki-laki. Bagi umat muslim, nama Muhammad tentu sangat lekat dengan Nabi Muhammad, yang merupakan nabi utusan Allah yang terakhir yang memegang amanah untuk membawa dan menegakkan agama Islam di muka bumi. Dari segi kemanusiaan pun Nabi Muhammad mempunyai tabiat yang sangat tulus dan mulia terhadap sesamanya. Sebenarnya “Muhammad” sendiri dalam bahasa arab mempunyai arti “pujian, rahmat” dan jika saya membaca sejarah beliau selama hidup di muka bumi ini, namanya begitu mencerminkan keadaan beliau yang sesungguhnya baik di mata Allah maupun di mata sesama manusia.

Realita : Mempunyai nama yang sangat identik dengan Islam tentu disadari membawa pengaruh tersendiri bagi saya dalam kehidupan keseharian. Dengan membawa nama “Muhammad” tentu orang-orang akan menyadari bahwa saya adalah seseorang yang beragama Islam dan tentunya Islamnya pun tidak sekedar hanya beragama Islam semata, tapi lebih dari itu. Bagi saya “kesan” orang lain seperti tidaklah dijadikan beban, namun oleh saya dijadikan sebagai pengingat dan pendorong bahwa nama “Muhammad” yang saya bawa bukanlah sekedar nama saja, namun terdapat tanggung jawab yang harus saya bawa baik secara spiritual kepada Tuhan atau pun berupa moral terhadap orang-orang sekeliling saya.

Luthfihadi

Untuk nama tengah saya ini sebenarnya gabungan dari dua kata Arab yang mempunyai arti yang berbeda yaitu : Lutfi dan Hadi. Lutfi mempunyai arti baik, halus, dan teman baik. Sedangkan untuk “Hadi” mengartikan seseorang laki-laki sebagai pemimpin dan penunjuk jalan yang benar. Ketika dua kata ini digabungkan tentu saja menghasilkan sebuah nama kata “Lutfihadi”. Namun, mengapa nyatanya terselip huruf “h” diantara huruf t dan f ? Hal ini dikarenakan nama “Lutfi” bagi orangtua saya merupakan nama yang dapat digunakan baik di laki-laki atau perempuan, sehingga agar lebih memastikan gender saya kata “Luthfi” lebih dipilih. Selain itu, penambahan huruf “h” tersebut teringat dari nama Nabi Luth, yang diutus oleh Allah SWT untuk memerangi kemaksiatan umatnya terutama dari kaum gay dan lesbi pada masanya.

Realita : Selama kehidupan saya sejauh ini, dari nama inilah orang-orang banyak mengenal saya, yaitu dengan panggilan “Luthfi”. Panggilan nama ini sebenarnya tercipta secara alamiah karena dari orangtua saya sendiri pun menyuruh saya memperkenalkan diri dengan nama Luthfi, baik dari balita, TK, sampai kuliah sekarang ini. Dari nama ini pula saya merasa kepribadian yang paling terbentuk adalah dari nama ini, karena memang baik & halus menjadi hal yang paling bisa dilihat ketika orang-orang sudah mengenal saya. Walaupun statement ini pada akhirnya cenderung relatif dari anggapan orang lain.

Karnadihardja

Nah, inilah bagian pada nama saya yang sampai sekarang saya anggap paling abstrak dan misterius, namun paling saya senangi dalam penggunannya. Abstrak dan misterius disebabkan, selama 20 tahun saya hidup, saya tidak pernah menemukan arti dari nama ini. Hal yang saya ketahui hanyalah bahwa nama ini berasal dari uyut saya yang bernama Karnadihardja, kemudian diturunkan pada kakek saya, Warko Karnadihardja (alm), dan generasi terakhir tentu saja menempel pada nama saya.

Realita : Karena keunikannya, saya menggunakan nama ini didalam beberapa kesempatan, seperti email paling aktif saya dan juga pada account twitter. Hal ini saya lakukan tanpa ada alasan khusus, hanya saja dengan nama “Karnadihardja” di dunia ini yang tidak mencapai 5 orang diantara bermiliar nama orang di bumi, saya merasa nama tersebut bermakna sangat khusus. Alasan lainnya yaitu saya saat ini menjadi pewaris terakhir untuk nama “Karnadihardja” dan sebagai penghormatan untuk uyut serta kakek, saya diharapakan dapat mengikuti kesuksesan terdahulu beliau dengan cara yang bisa saya lakukan.

Penutup 

“Nama adalah doa” inilah kalimat yang orangtua saya pernah katakan, dan akan selalu saya ingat.  Karena dalam kehidupan, kita akan selalu membawa nama ,ini baik itu akan secara lengkap atau pun hanya nama panggilan. Namun,  nama-nama tersebut selalu mempunyai arti, orangtua memberikan nama kepada kita berharap nama tersebut dapat mencerminkan kepribadian diri kita, walaupun hal tersebut tentu tidak harus secara eksplisit. Selalu ingat, nama akan menjadi tanggung jawab kita selama hidup dan yang dapat menentukan baik buruk nama kita pun hanyalah diri sendiri.