Kuliah Creativity & Innovation

Di tulisan akhir blog ini, saya akan mengutarakan ilmu-ilmu dan pengalaman apa saja yang sudah saya dapatkan di kuliah Creativity & Innovation SBM-ITB semester ganjil.

Banyak Teori namun Ringan

Dari minggu ke minggunya kuliah CI ini memang cukup banyak membeberkan teori-teori mengenai Kreativitas dan Inovasi, tentu saja karena memang nama kuliahnya demikian. teorinya pun dari sekedar teori dasar hingga ke tingkat lanjut. Walaupun demikian, materi yang diberikan dilakukan secara menarik, yaitu dengan cerita-cerita selingan atau joke ringan yang cukup membuat kuliah ini menjadi terus menarik untuk diikuti.

Diskusi & Brainstorm

Di setiap sesinya, kuliah ini selalu terdapat diskusi kelompok. Hal-hal yang didiskusikan merupakan teori, konsep, ataupun sebuah tayangan video yang sudah dijelaskan oleh Paman Apiq sebelumnya. Di sesi diskusi ini saya merasakan salah bentuk upaya dalam penciptaan kreativitas dari segi inidividual dan kelompok. Mengapa bisa?Karena diskusi diberikan waktu yang cukup sebentar sekitar 15-20 menit, di waktu yang tidak banyak itu kelompok harus bisa memikirkan, berdiskusi bersama untuk menyelesaikan suatu soal atau masalah, sehingga mau tak mau disini dibutuhkanlah kreativitas untuk menyelesaikannya secara cepat dan tepat.

Dosen Tamu yang Inspiratif

CI pernah mendatangkan 2 dosen tamu yang menurut saya sangatlah berkaitan erat dengan kuliah ini dan lebih penting lagi adalah dosen-dosen tamu ini sangat inspiratif dalam menggerakkan kreativitas dan inovasi. Dosen tamu tersebut adalah Ridwan Kamil, seorang arsitek muda yang terkenal dengan konsep arsitek-nya yang unik dan punya gaya khas tersendiri. Sedangkan yang kedua adalah Budi Rahardjo, seorang pakar IT yang selalu tidak takut untuk mencoba hal-hal yang baru. Dari kedua dosen tamu ini saya mendapatkan insight dan pandangan yang menggugah saya mengenai kreativitas dan inovasi. Secara menyeluruh merek mereka memberikan tips-tips bagaimana kedua hal tersebut bisa tumbuh di dalam diri kita, bagaimana mengasahnya, dan apakah dampak kedepannya bagi lingkungan sekitar.

Rutinitas Blog yang Mengasah Pikiran

Di sesi akhir kuliah setiap minggunya, selalu diberikan tugas untuk membuat sebuah tulisan di blog pribadi dengan tema tertentu (yang sudah saya lakukan selama ini), dan cara penulisannya pun dibebaskan ke masing-masing mahasiswa, tentu tujuannya adalah agar mahasiswa bisa meng-explore dirinya sendiri di dalam tulisan. Bagi saya, dengan adanya rutinitas tersebut saya banyak mendapatkan hal positif.  Hal positif yang utama adalah tuntutan untuk berpikir terus. Secara tema yang diberikan sebagai tugas, tema tersebut sebenarnya tidak teralu sulit dan bisa dikerjakan dengan mudah. Namun, saya secara pribadi tidak akan puas jika menulis tanpa esensi dan hanya pendek. Oleh karena itu, disetiap tulisan saya terus berpikir dan mencari inspirasi agar tulisan saya ini bisa berbobot dan memiliki esensi yang penting secara keseluruhan.

Kreativitas & Inovasi

Terakhir, ilmu yang saya dapatkan dan juga paling utama adalah mengenai kreativitas & inovasi. Hal ini berbeda dengan teori dua hal tersebut yang sudah saya bahas di poin pertama, namun ilmu ini merupakan bagaimana kreativitas & inovasi bisa berkembang di dunia ini dan pengalaman-pengalaman perusahaan yang sudah menerapkan hal tersebut. Bagi saya, dengan melihat perusahaan-perusahaan yang sudah sukses, menjadi cambuk tersendiri untuk terus berkreasi ke tingkat yang lebih lanjut, dan modal utamanya adalah tentu saja : Kreativitas dan Inovasi.

Sekian sharing ilmu & pengalaman yang sudah saya dapatkan di kuliah CI ini

Terima Kasih

Iklan

Digital Music Industry

Pembajakan musik di Indonesia tentu sudah menjadi hal yang biasa, suatu data menyatakan bahwa 90% musik yang dijual merupakan barang bajakan, 10% sisanya barang asli. Data ini menunjukan bahwa , bisnis penjualan musik secara konvensional (CD dan kaset) sudah sangat menurun. Hal ini ditunjang pula dengan keberadaan Internet yang notebene lagu-lagu bajakan bisa kita unduh dari berbagai macam website secara gratis, entah siapa duluan yang meng-uploadnya, yang pasti lagu yang baru muncul hari ini, dijamin hari itu pula lagu abajakannnya sudah muncul dan orang-orang pun dengan senang hati cukup mengunduhnya, tidak perlu membayar.

Sudah menjadi kebiasaan manusia, bahwa mereka menyenangi hal-hal yang berbau gratis. Kalau begitu apakah bisnis penjualan musik akan hilang begitu saja?Tentu tidak iTunes dan Amazon.com menunjukan bahwa musik bisa dijual secara online, sehingga orang tinggal memilih dan mengunduh lagu yang mereka inginkan, di negara barat hal ini terbukti sukses, bagaimana di Indonesia?Konsumen Indonesia belum sepenuhnya menegrti prosedur pembelian online, hal ini tentu berdampak pada sangat jarangnya ada toko musik online, yang saya ketahui sejauh ini hanyalah DBS (Digital Beat Store), selain itu : nihil. Namun, saya yakin bahwa dengan berkembangnya zaman online business akan terus berkembang, dan penggunaannya pun akan terus bertambah, sehingga prospek untuk membuat toko musik online sangatlah cerah

Oleh karena itulah, saya memilih Digital Music Industry sebagai business digital harapan saya, dengan nama sementara ini : “Digital Music”. 

Tanpa ada added value, tentu sebiah bisnis tidak akan dapat disebut sebagai bisnis, oleh karena itu saya membeberkan business model untuk bisnis ini untuk menjelaskan hal-hal apa saja yang ditawarkan dan keunggulan-keunggulan yang ada.

Customer Segments

Secara sederhana, segmen pasar bisnis ini adalah : “Semua Orang Pengguna Internet”. Sangat luas bukan?Tetapi, melihat kecenderungan teknologi internet yang tahun ke tahunnya semakin mudah didapatkan dan harganya pun semakin murah, sehingga dipredikasi pengguna internet sendiri pun akan terus meningkat. Selain itu, hampir seluruh orang di dunia ini pun menyukai musik, dan salah satu tujuan mereka saat menggunakan internet adalah mendownload lagu. yang tentu saja kebanyakan adalah merupakan lagu bajakan.

Value Propositions

Value utama yang ditawarkan di bisnis ini adalah : Brand New Experience in Music Shopping” . Value ini bermakna bahwa bisnis ini menawarkan sesuatu yang berbeda dalam menjual musik. Indonesia selama ini belum terbiasa dalam mengunduh lagu di internet seperti di iTunes dan Amazon.com, hal ini dikarenakan sedikitnya orang yang memiliki kartu kredit dan juga kebanyakan orang malas menggunakan kartu kredit secara online karena takut terjadinya kasus carding. Sehingga, yang ditekankan adalah metode pembayaran yang gampang orang lakukan, yaitu dengan penggunaan pulsa.

Value lainnya adalah “Member Friendly”. Dimana member yang mendaftar di Digital Music dapat mengupload musiknya sendiri ke website tanpa dipungut biaya. Bagian value ini akan dibahas lebih lanjut di bagian Customer Relationship dan Key Activities

Channels

Channels disini mempunyai definisi sebagai “saluran” yang perusahaan punya dan lakukan untuk menjangkau segmen pasar Digital Music. Untuk channel utamanya sudah jelas mengandalkan website resmi, walaupun berbasis di Indonesia websitenya akan tetap memakai extension “.com” agar tetap bisa dijangkau oleh konsukmen luar negeri (walaupun bukan prioritas utama).

Channel selanjutnya adalah partner-partner perusahaan yaitu : Label musik, Bank dan Pemegang Lisensi, ketiga partner ini akan dijelaskan secara lebih lanjut pada bagian “Key Partners” 

Customer Relationships

Karena fondasi dasar dari bisnis ini merupakan Online Business maka, secara pelayanan ke konsumen akan secara online pula akan diberikan form yang tersedia di website untuk menyampaikan keluhan, tanggapan ataupun saran yang akan dibalas maksimal 24 jam berikutnya. Bahkan, dalam jam kerja (09.00 – 17.00) akan tersedia Live Chat dengan Costumer Service ( CS) yang membuat balasan akan secara real time pula.

Selain itu, diberikan fasilitas member untuk pelanggan dengan adanya tingkatan tertentu yaitu member Bronze, Silver, Gold, dan Platinum. Seamkin tinggi tingkatan membernya akan semakin banyak kemudahan yang akan didapatkan oleh konsumen, yaitu melipulti diskon yang semakin besar, diskon disetiap transaksi, promo tiap bulan yang banyak, dan segala kemudahan lainnya. Tentunya semakin tinggi tingkat member, semakin besar pula biaya membershipnya, namun saya tetap menjamin harganya akan sangat kompetitif

Key Resources

Dengan sistem business online, maka tidak dibutuhkan toko offline yang memakan biaya penyewaan tempat, namun tetap digital music mempunyai resources utama dalam bisnis ini yaitu : Database. Semua produk berupa lagu, sheet music, dan gambar merchandise semuanya tersimpan secara online, sehingga perusahaan harus sangat memproteksi agar data-data tersebut tidak hilang, karena database inilah yang menjadi kunci perusahaan ini akan berjalan.

Resource yang lainnya adalah pegawai. Pegawai memang tidak perlu banyak-banyak, bagian pegawai yang salah satunya paling penting adalah CS. Karena CS harus secara responsif menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh konsumen, dan cara mengatasi keluhan konsumen-lah yang akan berpengaruh pada perusahaan kedepannya. Jika CS tidak tanggap, pasti konsumen akan mencap Digital Music tidak layak dikunjungi, sehingga konsumen pun pergi. Itulah bagaimana esensialnya seorang Customer Service (CS) di Digital Music.

Key Activities

Music Online Shopping. Lagu yang dijual baik dari major label ataupun indie, harganya diserahkan bebas kepada label untuk menentukan, namun tetap Digital Music mempunyai kewenangan untuk membatasi price range harganya. Sehingga, dengan sistem ini  lagu-lagu dari satu label musik harganya bisa berbeda-beda, diharapkan dengan metode ini label musik bisa lebih selektif dalam menentukan harga yang pantas untuk setiap lagunya. Untuk perusahaan sendiri keuntungannya akan didapatkan dari profit sharing lagu yang terjual.Selain itu sudah menjadi paket lirik & chord lagu yang diunduh.

Own Upload. Kegiatan Digital Music yang akan menjadi daya tarik tersendiri adalah, member yang mendaftar baik gratis maupun sampai platinum, berhak mengupload lagunya sendiri (dengan format yang ditentukan), menguploadnya sendiri tidak dikenai biaya tambahan, hanya saja setiap member dibatasi jatah uploadnya. Semain besar level membershipnya semakin besar pula kapasitasnya.

More Download, More Money. Ini merupakan inovasi utama yang diciptakan oleh Digital Music. Dengan bebasnya konsumen meng-upload lagunya sendiri, akan bebas pula orang-orang akan bisa mengunduh lagu-lagu tersebut. Tentu saja mengunduhnya gratis. Namun, tentu orang yang mengupload lagu mengharapkan mendapatkan keuntungan dari lagu uploadnya tersebut, oleh karena itu, Digital Music menciptakan sebuah proses dimana setiap lagu semakin banyak didownload harganya pun akan semakin naik. Sehingga lagu yang awalnya gratis, bisa tiba-tiba menjadi seharga musik dari major label. Ini menunjukan bahwa lagu yang banyak di unduh mempunyai kualitas yang bagus dan layak dibayar lebih, sehingga konsumen yang mengupload pun bisa mendapatkan untung.

Merchandise Selling. Selain musiknya itu sendiri bisnis ini pun menjual merchandise-merchandise dari musisi yang lagunya dijual. Bahkan, jika musik dan merchandisenya dipaketkan. dipastikan konsumen akan mendapatkan harga khusus yang lebih murah dibandingan hanya beli terpisah. Keuntungan lainnya adalah, konsumen dan member Digital Music dapat membuat merchandise sendiri dan dijual di Digital Music juga. Ini diharpakan membuka peluang usaha bagi para member.

Key Partnership

Karena metode pembayaran yang diutamakan adalah lewat pulsa, maka kerjasama harus dilakukan dengan operator telekomunikasi Indonesia. Sehingga saat ingin mengunduh lagu, sudah ada kode yang bisa diunduh baik di telepon genggam langsung, ataupun di internet komputer, tergantung keinginan konsumen. Selain itu, tetap diperlukan kerjasama dengan pihak bank, karena bisnis ini tetap menggunakan metode transfer ke rekening & penggunaan kartu kredit

Kerjasama dengan major & indie label. Digital Music akan lebih memfokuskan pada indie label dengan proporsi 60%, karena salah satu tujuan bisnis ini adalah untuk lebih mengeksplore musik Indonesia secara lebih dalam, oleh karena itulah musik indie lebih diprioritaskan, namun musik major pun tetap mendapatkan tempatnya

Perusahaan pemegang lisensi sheet music. Karena, setiap lagu yang didownload secara otomatis akan mendapatkan lirik & chord lagu tersebut sekaligus, dan dengan tambahan sedikit uang, konsumen bisa mendapatkan partitur musik secara lengkap dari gitar, bass, piano, vokal, dan segala instrumen lainnya.

Revenue Streams

Profit utama bisnis ini bersumber dari profit sharing dari penjualan musik dan merchandise baik dari label musik ataupun dari member sendiri. Bisa dipastikan 3/5 pendapatan bersumber dari sana. Sisanya, adalah iklan, dimana akan disediakan space kosong di halaman website perusahaan, namun tetap design dan tata letaknya dipegang oleh Digital Music, agar keberadaannya tidak mengganggu konsumen dan webisitenya tetap terlihat elegan.

Sumber pendapatan yang lainnya adalah dari biaya pendaftaran member berbayar (Bronze, Silver, Gold, dan Platinum)

Cost Structure

Pegawai di Digital Music menjadi cost karena tentu saja dari gajinya, namun bisnis ini dapat meminimalisir cost dari SDM karena dengan basis online, cost SDM tidak akan teralu banyak.

Online Storage akan paling banyak menyedot cost karena, sumber segala hal yang berada di website  Digital Music semuanya berbasis online agar aksesnya mudah dan cepat, sehingga konsekuensinya tentu harus terdapat investasi di storage serta maintenance-nya